Selasa, 31 Juli 2012

Sweet Sweet, la...la... (Cwiit Cwiit, la...la...) | Part 1

By: Mas Gemboool 
            
  
Cinta yang sangat unyu-unyu menurut gue adalah ketika ada pasangan cowok-cewek yang disangka pacaran terus ketahuan lagi pedekate sama temannya, lalu si temannya itu ngeledekin "Eciee... Yang lagi pacaran... Cwiit cwiit...", terus si korban yang lagi pedekate langsung ngerespon balik sambil malu-malu, "Apaan sih? Kita enggak pacaran tau, hanya teman kok, sueerr tekewer kewer deh...!!!" lalu mereka saling menjauh satu sama yang lainnya. Dan yang bisa lebih parahnya lagi, kalau kejadian ini si cewek yang ambil sikap, lalu dia bilang gini "Diem lo, jaga mulut lo ya..., atau gue sumpel tuh mulut pake sempak dia...!!!" sambil nunjuk cowok yang lagi pedekate dengannya. Lalu, si cowok terdiam, betapa beringasnya si cewek yang lagi di pedekateinnya kalau lagi marah.

(Oke... Kira-kira kejadian seperti itu jangan ditiru, karena tidak sesuai dengan UU Sempak no, 45, XXL, 2010. Yang dimana UU tersebut berbunyi "Sempak terbuat dari kain yang adem, nyaman, dan elastis, dan tidak diperkenankan sebagai alat ganjal apapun, apalagi ganjal di mulut, sungguh ter-la-lu)

****

Sewaktu gue kelas 3 SD. Derri, lagi merasakan yang namanya jatuh cinta pertama sama Mega, cewek kelas sebelah. Derri adalah temen sekelas gue, dan dia sebenarnya bisa dengan mudah mendapatkan cintanya Mega. Derri sangat memenuhi kriteria cowok yang dapat membuat cewek histeris. Dia orangnya ganteng, putih, dan pembawaannya juga keren, tapi sayangnya dia dongo yang namanya cinta. Dia tidak tahu bagaimana cara berkenalan yang baik dan benar. Dan lebih parahnya lagi, Derri selalu gugup dan gemetaran bila dia face-to-face sama Mega.

Beruntung Derri berteman dengan gue, penyakit dongo cinta yang diidap sama Derri selama ini harus segera disembuhkan. Kalau tidak, ia bisa-bisa menjadi perjaka tua, yang hanya berfantasi labil tentang cewek dari poster bulma, gadis seksi yang ada didalam film dragon ball. Gue merasa terpanggil disini, gue tidak tega mengorbankan masa depan temen gue dengan sebuah poster film faforitnya.

Akhirnya gue mempunyai ide cermelang buat nyembuhin Derri dan membuat dia lebih pede lagi kalo ketemu sama Mega. Ide itu adalah Febi, dia orang yang paling cocok buat pengganti figur Mega di skenario theraphy cinta nya si Derri. Walaupun temen gue si Febi seorang cowok, tapi dia punya nuluri cewek yang cukup kuat. Julukan gue buatnya adalah anak indigo transgender. Mungkin ketika Febi masih didalam kandungan, orang tuanya mendambakan anak yang lahir kelak adalah cewek, tapi ternyata yang lahir malah cowok. Karena itulah dia dikasih nama Febi. 
Malamnya gue memutuskan untuk menelpon Febi.

"Tut... Halo..." suara dibalik telepon.

"Ya... Halo, ada Febi nya?" tanya gue.

"Ya ini gue..." jawab Febi.

"Oiah, Feb... Lo besok harus bantuin gue disekolah" seru gue langsung to the point.

Febi yang curiga ada udang dibalik bakwan ini, langsung diam dan berfikir.

"Hmm... Bantuin apa dulu?" tanya Febi penuh curiga.

"Udeh... Lo liat besok deh, pokoknya lo harus mau, oke..." jawab gue.

Belum lagi Febi mengiyakan ajakan gue, telepon langsung gue tutup. Dan didalam hati gue berkata, "Pokoknya ide ini harus berhasil" , dengan ekspresi yang spontan ketawa penuh siasat.

****

Besoknya, guepun mulai merealisasikan apa yang sudah direncanain. Si Derry dan Febi pun sudah gue pertemukan. Mereka berduapun saling bertanya-tanya mengapa mereka yang disatukan, terlebih lagi dengan si Derri yang notabene klien cinta gue, yang punya masalah dengan cintanya dengan Mega, bukan dengan si Febi. Sedangkan Febi, sang indigo transgender tanpak sedikit lebih santai, mungkin dia telah membaca pikiran gue, dan mengerti apa yang gue pikirkan. Maklum kan anak indigo bisa membaca pikiran orang lain. Dan setelah menurut gue siap, waktunya giliran gue beraksi.

"Its briliant" seru gue secara tiba-tiba.

"Brilian apanya? Gue kan minta dijombloin sama Mega, kenapa lo datengin si Megaman?" tanya Derri parno sambil nunjuk Febi sang Megaman.

"Eiitss... Tenang Der, seandainya gue bawa Mega langsung disini, bisa-bisa lo ngompol karena grogi!" jawab gue.

"Trus, mungkin karena itu guna gue disini ya?" tambah Febi nyaut.

"Haha... Gue kira lo sudah ngerti maksud dan tujuan lo disini, rupanya belom ngerti juga?" seru gue.

"Jadi gue harus gimana nih?" tanya Derri dan Febi serentak.

"Oke jadi gini, lo Feb, harus bantu Derri biar dia gak grogian lagi sama Mega, jadi lo disini berperan jadi sosok pengganti Mega!" instruksi gue mengarahkan.

"Apa? Gue jadi cewek? Emang gue cowok apaan?" seru Febi berontak.

"Bukan woy, lo gak jadi cewek beneran, mana ada cewek kayak muka lo, lo lebih cocok jadi tapir imut dibanding jadi cewek imut" jawab gue mencoba menenangkan kenyataan yang harus dihadapi Febi.

"Sialan lo..." protes Febi singkat.

"Hahaha..." Si Derri hanya bisa ketawa.

"Oke, kalian sudah siapkan!" seru gue.

"Siaaap........" seru Derri dan Febi.

Lalu, setelah keadaan mulai kondusif, dan Febi sudah setuju dia berperan pengganti Mega, sedangkan Derri yang juga sudah pasrah disandingkan dengan Febi si Tapir Megaman imut. Gue pun mulai mengekseskusi mereka menjadi artis dadakan versi SD ketika itu. Dan, sambil gue menyerahkan 2 lembar kertas yang berisikan naskah skenario yang akan menjadi fungsi penting dari skenario theraphy cinta buat Derri.

Berikut isi naskah tersebut.
Derri : "Ehem... Kamu Mega ya? Kenalin gue Derri" (harus sambil julurin tangan buat salam perkenalan)
Mega/Febi: "Iya, kok kamu tahu sih nama aku?" (sambil berjabatan dan juga harus pasang muka imut tapi setengah heran)
Derri: "Ah... Gak usah heran gitu, gue tau dari tagname di baju kamu itu lho" (jangan nunjuk bajunya Mega, entar kalau salah yang ditunjukan bisa ilfeel dia, keep calm)
Mega/Febi: "Oh..." (jawab dengan datar)
Derri: "Oiah, ntar pas jam istirahat lo mau gak gue ajak ke kantin" (kali ini harus pasang sedikit muka memelas)
Naskah telah diberikan, dan mereka mulai membacanya. Derri membaca sangat serius, sedangkan Febi langsung bertanya ke gue.

"Cuman... Dikit gini?" tanya Febi.

"Yoi, tapi bagi Derri ini panjang banget... Iya kan Der?" jawab dan sekaligus gue nanya balik ke Derri.

"Bagi lo ini dikit, Feb. Bagi gue sudah banyak banget, mana sampe gue harus bisa ngajak Mega ke kantin segala..." seru Derri.

"Tenang aja lo, kalo lo bisa lewat ujian ini, pasti kedepannya lo deketin Mega lebih mudah" jawab gue menyakinkan.

"Bener juga Der, lo kalau berhasil ini, kesempatan dapetin Mega terbuka lebar" tambah Febi yang juga ikut menyakinkan Derri.

Setelah mendengar pendapat gue dan Febi, Derri semakin optimis dan terpacu untuk berhasil merebut hati Mega. Dengan giat dia berlatih naskah yang gue berikan sama Febi. Sedangkan gue menuntun Derri bak sutradara sinetron. Singkat kata latihan skenario therphy itu berjalan dengan lancar sampai akhirnya kita harus berpisah dengan bunyi lonceng bel berakhirnya jam sekolah terdengar.

****

Bersambung.....

1 komentar:

  1. Penasaran sama kelanjutannya... Apakah Derry jadian sama Mega atay malah kepincut sama Febi? Ups... Maafkan bung... :P

    BalasHapus